PRANAYAMA.DAN MOKSA

PRANAYAMA.DAN MOKSA

Pranayama atau pranayana di ambil dari kata prana artinya ; energi vital , energi murni , inti hawa atau napas roh .dan ayama atau ayana artinya peregangan atau perluasan . pranayama berarti perluasan dan kontrol terhadap pernapasan , pada dasarnya pranayama adalah ilmu pernapasan .
menurut kepercayaan orang india (hindu) bahwa di udara bebas ini terdapat unsur gaib yang bersatu dengan zat asam , unsur gaib itu berupa unsur yang sangat halus lebih halus dari oksigen sebagai inti dari segala zat yang menjadi roh dari alam semesta , zat ini mempunyai tenaga gaib yang amat berkuasa untuk berbagai keperluan , zat ini di sebut Prana , orang mesir kuno menyebutnya ka , orang cina tradisional menyebutnya Chi , orang jepang menyebutnya ki , orang arab menyebutnya Nur , orang kahuna hawai menyebutnya dengan istilah Mana , orang jawa menyebutnya Sima

Pranayama adalah pengaturan nafas keluar masuk paru-paru melalui lubang hidung dengan tujuan menyebarkan prana (energi) ke seluruh tubuh. Pranayama terdiri dari : Puraka yaitu memasukkan nafas, Kumbhaka yaitu menahan nafas, dan Recaka yaitu mengeluarkan nafas.
Puraka, kumbhaka dan recaka dilaksanakan pelan-pelan bertahap masing-masing dalam tujuh detik. Hitungan tujuh detik ini dimaksudkan untuk menguatkan kedudukan ketujuh cakra yang ada dalam tubuh manusia.
Getaran-getaran mental dikendalikan oleh kekuatan kehendak (will power), dan prana secara tidak langsung berada di bawah kendali pikiran.

Secara garis besar, praktek pengaturan nafas terdiri dari empat tindakan dasar yakni:
(i) menarik nafas (puraka),
(ii) menahan nafas dalam kondisi penuh (antah-kumbaka),
(iii) menghembuskan nafas hingga kosong (recaka) dan
(iv) membiarkan kondisi kosong (bahih-kumbaka).

Wrhaspati Tattwa memberi petunjuk: “Tutup semua lubang yang ada dalam tubuh, seperti: mata, hidung, mulut, telinga; udara, yang sebelumnya telah terisap, itu dikeluarkan melalui ubun-ubun. Bila tidak terbiasa mengeluarkan udara melalui jalan itu, udara dapat dikeluarkan melalui hidung, namun secara perlahan-lahan. Itulah yang disebut Pranayamayoga.”

Praktek Pranayama cara 1:

Disini pengaturan nafas hanya dalam tiga tahapan saja,:
• dengan puraka(tarik nafas), bayangkanlah Tuhan sebagai Sang Maha Pencipta yang penuh anugrah;
• kumbhaka (tahan nafas), bayangkan Tuhan sebagai Sang Maha Pemelihara yang penuh dengan Cinta-kasih;
• saat tahan nafas sudah tidak kuat, tarik nafas cepat 1 detik, thn 3 detik, agar prana dapat masuk kepori2x tubuh yang blom teraliri prana
• dengan recaka(buang nafas) , bayangkan Tuhan sebagai Sang Maha Suci, pelebur segala kekotoran batin dan dosa-dosa.

Jika untuk memiliki tenaga dalam, dalam tempo 1 bln sudah ada hasil.
Tapi jika untuk hasil 100% semua kekuatan/kesaktian tubuh, Lama latihan: 21 bln dgn latihan tiap hari, 2x sehari…

Lakulan kumbaka secara bertahap menambah lamanya,jgn dipaksa,tetapi menambah lama sedikit2x, sehingga kita bisa melakukan kumbhaka selama 3 jam, tetapi badan tetap rilex tidak tegang/berat menahan beban kekurangan udara.

Praktek pranayama cara 2/kriya pranayama
sorry kriya pranayama nga bisa disini…200lembar…nga ada copas dr internet,mesti ketik..
Hasil dgn melakukan kriya pranayama dgn kumbhaka selama:…
– 10.8menit maka seluruh indera akan berhenti berfungsi.:.. dlm keadaan ini…bisa merogosukmo, mengolah bathin terhadap sesuatu ilmu tanpa puasa&mantra
– 13.7menit maka maka akan masuk keadaan samadhi: ..dlm keadaaan ini dapat mempunyai kesaktian tanpa harus puasa&mantra
– 21.5menit maka pikiran akan selalu tenang: ..dlm keadaaan ini apa yg dipikirkan akan terjadi, dpt mengendalikan benda & alam
– 90 menit maka tidak ada yg mustahil dilakukan didunia ini oleh kita:..dlm keadaaan ini tenaga akan kuat, kebal terhadap benda
– 3,7jem maka tidak lagi terikat waktu & tempat.: ..dlm keadaaan ini..dapat berpindah tempat, menembus benda, dapat bernafas dimanapun

-Dgn pengaturan nafas bisa memperoleh umur panjang.
•Anjing misalnya, frekuensi nafasnya mendekati 50x/menit, dan umurnya hanya sampai sekitar 14 tahun saja.
•Sedangkan kuda yang frekuensi nafasnya 35x/menit, umurnya bisa mencapai 29 sampai 30 tahun.
•Gajah yang bernafas 20/menit, umurnya bisa mencapai 100 tahun.
•Kura-kura lebih rendah lagi frekuensi nafasnya, yakni hanya 5 kali dalam semenit; oleh karenanya umurnya hingga 400 tahun
•Ular hanya 2-3x/menit.umurnya bisa 500 – 1000 tahun.

Seorang lelaki sehat bernafas 14 sampai 16 kali dalam semenit…..jadi jika bisa bernafas 5x/menit…manusia bisa berumur 400 thnan… …….2x/menit manusia akan berumur 1000than…..bisa nga yachhhh???
‘semakin sedikit nafsu keinginan seseorang, semakin rendah frekwensi nafasnya, demikian juga sebaliknya”

jika melalukan kriya pranayama hingga terangkat dr tempat duduknya & melayang diudara, berarti sudah mengendalikan manipura&anahata chakra & dpt mengendalikan prana dgn baik……katanya..

Ada 5 kekuatan yang berstana di dalam tubuh manusia untuk menjaga keseimbangan Panca Prana yaitu:
•Prana = napas kehidupan yang menggerakkan mata, telingan, mulut, dan hidung.
•Apana = napas keluar yang menggiatkan alat-alat pembuangan dan penyambung jenis.
•Samana = napas penyeimbang menggiatkan kelenjar pembagian makanan
•Wyana = napas terbesar untuk menggiatkan segenap system urat saraf dengan arus balik dari dan kembali ke Jantung.
•Udana = napas ke atas berfungsi pada saat kematian dan mengatar jiwa ke kehidupan berikutnya.
Untuk mencapai keseimbangan di dalam tubuh manusia harus menjalankan Tapa, Yoga / Samadhi, guna mencapai kekuatan.

PRANA
kata prana berasal dari urat-kata ‘an’, yang berarti bergerak, menghidupkan, memasukkan kekuatan. Pikiran berfungsi karena adanya prana; dan dengan penguasaan prana, pikiran bisa ditenangkan.
prana adalah Kriya Sakti atau kerja tingkat tinggi. Materi dihasilkan oleh prana. Prana merupakan kelanjutan dari pikiran. Materi berada di bawah Prana, sedangkan Prana berada di antara materi dengan pikiran. Prana bersifat positif bagi materi, namun negatif bagi pikiran.
“Gunakanlah nafasmu sebagai pegangan; dengan demikian pikiranmu dengan mudah kamu pusatkan”

Prana sendiri adalah daya-vital, daya-hidup; sedangkan yama adalah pengekangan, pengendalian atau pengaturan.
Secara harfiah saja, Pranayama berarti pengaturan daya-hidup itu sendiri, dan jelas bukan sekedar mengendalikan keluar-masuknya nafas.
prana bukanlah sekedar nafas atau yang terkait dengan bernafas saja, melainkan adalah daya-vital di belakang segenap susunan sistem pernafasan dan segala aktivitas otot-otot dan syaraf.

Prana dpt dilihat oleh mata yang sudah awas &terlatih. prana berbentuk seperti beras(namun sangat kecil sekali) yg berwarna emas mengkilat/putih mengkilat. Prana slalu bergerak2x di sekitar kita dgn sangat cepat seperti gerakan kuman dilihat dgn mikroskop.
Cara untuk melihat prana:
-ditempat yg terang benderang kena cahaya matahari/kena terang matahari.
-arahkan pandangan anda ketempat kosong sejauh 1-3m.
-fokuskan penglihatan di tempat kosong diudara.
-pandangan disamarkan terhadap benda yg ada didepan kita, tapi fokus ke udara kosong saja.
mungkin butuh latihan lama..)), sekitar 1 bln, gw dulu juga gitu…tau2x bisa liat tuchhh prana
cara lain melihat prana: bisa ditempat terang&gelap
-mata merem
-pusatkan semua otot muka ke daerah atas hidung
– keraskan otot muka kesatu titik diatas hidung dlm keadaan merem
– perhatikan kegelapan yang ada dlm mata tertutup & otot muka tegang sekitar 30 detik… seperti langit malam hari bertaburan bintang
-buka mata … perhatikan 10- 50 cm sekitar….mata&muka relax
– ada apa???? prana bertebaran & sangat banyak, berjarak 1 cm satu asama lain, dalam keadaan bergerak cepat,bersinar terang emas.

Sepanjang Sushumna, ada tujuh pusat-pusat bathin (psychic centers) mulai dari Muladhara Chakra. Mereka tak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mereka dipercaya berbentuk seperti bunga teratai dengan warna-warna yang berbeda, dan masing-masing mengendalikan kegiatan dari organ indriya yang berbeda.

1.Muladhara Chakra (pada dasar dari tulang belakang) memiliki empat daun bunga dan mengendalikan bau dengan unsure padat. Tempat pada tulang punggung di antara payu pastha atau dubur dan kelamin.
2.Swadishthana Chakra (pada dasar kelamin) memiliki enam daun bunga dan mengendalikan rasa, dengan unsure cair, Tempat pada tulang punggung diantara nadi pusar dengan upastha/alat kelamin.
3.Manipura Chakra (di seberang pusar) mempunyai sepuluh daun bunga dan mengendalikan pandangan, dengan uncur cahaya ,Terletak pada tulang punggung dan sejajar dengan Nadi/Pusar.
4.Anahata Chakra (sejajar dengan hati) mempunyai duabelas daun bunga dan mengendalikan sentuhan, dengan udara , Terletak pada tulang punggung dan sejajar dengan hulu hrdaya atau hulu hati/jantung.
5.Wisuddha Chakra (pada jakun kerongkongan) memiliki enam belas daun bunga dan mengendalikan pendengaran, dengan unsur ether , Terletak pada tulang punggung dan sejajar dengan tempatnya Kerongkongan.
6.Ajna Chakra (di antara alis) memiliki dua daun bunga dan mengendalikan pikiran. , Terdapat pada tulang punggung dan sejajar dengan letaknya bhrumadya/Kening
6.Sahasrara Chakra (terletak diatas titik paling atas dari kepala) mempunyai seribu daun bunga. Disini Yogi telah meperoleh Kesadaran Kosmis., Tempatnya pada SiwaDwara/Ubun-Ubun dan sehasra cakra ini sering pula disebut Siwasthana Brahmaranda.

APAKAH KEKUATAN KUNDALINI?
ada kekuatan hebat yang sangat rahasia di dalam tubuh manusia yang disebut kekuatan Kundalini atau kekuatan ular.
Ia berbaring seperti seekor ular dalam gulungan atau bentuk yang tidak aktif pada dasar dari tulang belakang di Muladhara Chakra. (Tiga dari saraf yang paling penting dari tubuh manusia, Sushumna, Ida dan Pinggala, juga berawal dari titik yang sama).
karena kekuatan yang hebat ini tetap tidur (dormant) selama kehidupan seseorang, kebanyakan orang tidak menyadari keberadaannya. Dipercayai bahwa ketika seorang manusia mengembangkan spiritualitas dengan meditasi atau latihan Pranayama, kekuatan ini bangkit ke atas perlahan-lahan melalui saraf Sushumna. Bergeraknya ke atas secara perlahan dari kekuatan Kundalini ini dikenal sebagai kebangkitan dari Kundalini.

Kekuatan ini begerak ke atas secara perlahan-lahan dan mantap dan tidak melesat ke atas dalam satu garis lurus. Ketika melewati setiap pusat batin (psychic center), orang itu akan memiliki kendali penuh atas organ-organ indriyanya.
Misalnya, bila ia mencapai Manipura Chakra di seberang pusar, orang itu akan mempunyai kendali penuh atas atas pandangan.
Tidak ada Samadhi (persatuan dengan Tuhan) yang dapat dilakukan tanpa kebangkitan kekuatan ini. Dikatakan bahwa kekuatan Kundalini melewati keenam Chakra dan akhirnya bersatu dengan Sahasrara di atas (tiara, crown) dari kepala.
Ketika ini terjadi orang tersebut telah mencapai kesadaran kosmis, bentuk tertinggi dari pengejawantahan (Tuhan).

Syaraf Dalam Yoga

Di dalam badan manusia terdapat 350.000 nadi; di antaranya 14 merupakan yang utama. Susumna, Ida, Pingala, Gandhari, Hastijihvika, Kuhu, Sarasvati, Pusa, Sankhini, Payasvani, Varuni, Alambusa, Visvodari dan Yasasvini. Di antara kesemuanya ini, Ida, Pingala dan Susumna adalah yang terpenting.

Semua nadi (pembuluh) yang prinsip ini memiliki mulut yang mengarah ke bawah dan berbentuk seperti serat halus bunga teratai. Mereka semuanya ditunjang oleh tulang belakang dan menggambarkan matahari, bulan dan api
Yang paling penting dari ketiganya ini adalah citra. Di sana ada lubang terkecil dari semua lubang, yang disebut Cemerlang dengan lima warna, murni, yang bergerak di tengah-tengah susumna, citra ini merupakan bagian yang penting dari badan dan pusat susumna.
Ini disebut dalam sastra sebagai jalan surga; yang merupakan pemberi kebahagiaan dari keabadian; dengan perenungannya, yogi yang hebat mampu menghancurkan segala dosa

Dengan Yoga, Kita dapat menyaksikan apa yang telah terjadi dalam hidup kita, yang bila kita renungkan kembali, benar juga, itu adalah akibat atas apa yang kita pikirkan. Semua yang sudah terjadi adalah akibat dari pikiran kita sebelumnya.
Berpegang pada prinsip apa-apa yang telah terjadi adalah karena fokus kita.
Bilamana kita berfokus pada hal-hal yang negatif, seperti memikirkan hal-hal susah, maka hasil yang didapatkan juga akan menjadikan kita benar-benar susah.

Rahasia kesaktian seorang para yogi

-Bila udara memasuki matahari(pagi-sore), ini adalah saat yang tepat bagi yogi mengambil makanannya (yakni, bila pernafasan mengalir melalui pingala).
– bila udara masuk ke bulan(sore-pagi), ia harus pergi tidur (yakni, bila pernafasan mengalir melalui lubang hidung kiri atau ida).
-Yoga (pranayama) hendaknya jangan dilakukan segera setelah makan, ataupun bila seseorang terlalu kenyang; sebelum memulai melakukannya, sedikit susu dan mertega dapat diminum/dimakan.
Bila seseorang telah melakukannya dengan baik dan benar, maka ia tak perlu memperhatikan pemabatasan-pembatasan ini.
Jika atas kemampuannya yogi dapat mengatur udara dan menghentikan pernafasan (kapanpun dan bagaimanapun lamanya) yang ia sukai, maka secara pasti mendapat keberhasilan dalam kumbhaka.

hasil dari kumbhaka

Tahap Pertama
-badan yogi mulai berkeringat. Bila demikian ia harus mengusapnya dengan baik-baik, kalau tidak badannya kehilangan dhatu (humor)nya.
-umur bertambah panjang. karena umur manusia berdasarkan banyaknya deyut nadi……lupa tapi brp banyak.. nanti gw cari bukunya
Tahap Kedua dan Ketiga
-Pada tahap kedua terasa gemetar pada badan dan pada tahap ketiga, meloncat, kira-kira seperti seekor kodok dan bila pelaksanaannya menjadi semakin tinggi, akan mahir berjalan diudara.
-Bila yogi dapat terangkat diudara dan lepas dari tanah, walaupun tetap dalam keadaan padmasana, maka telah mendapatkan vayu-siddhi (berhasil mengatasi udara). Tetapi selama belum mendapatkannya, patuhilah segala aturan-aturan dan pembatasan yang ditentukan diatas. Dari kesempurnaan pranayama ikutilah pengurangan tidur, buang air dan kencing.
-Yogi yang bebas dari penyakit dan kesedihan atau duka cita; ia tak pernah memperoleh keringat (busuk), air ludah dan cacing-cacing usus.
-Bila pada badan tdk terdapat penambahan lender, angin ataupun empedu; maka kemungkinan ia dapat bebas dalam ketakteraturan istirahat dan makanannya.
-tak ada hal merugikan yg terjadi, walaupun yogi makan banyak atau makan terlalu sedikit atau bahkan tidak makan sama sekali.
– Berkat kekuatan dari pelaksanaan yang konstan, yogi mendapatkan bhucari-siddhi, ia bergerak seperti kodok yang melompat diatas tanah, bila kaget dengan tepukan tangan.
– duduk pada tempat terpencil dan mengekang nafsunya, dengan pengulangan yang tak terdengar, mengucapkan pranava panjang ….Om…., agar supaya menghancurkan segala halangan.
-Pelaksana yang bijaksana melalui pengaturan pernafasan secara pasti menghancurkan karma-nya, apapun yang diterimanya pada kehidupan yang sekarang, ataupun dimasa lalu.
-Yogi yang hebat dengan 16 pranayama dapat menghancurkan bermacam-macam kebajikan dan kejahatan yang tertimbun dalam kehidupan masa lalunya.
-Pranayama ini menghancurkan dosa, seperti api yang membakar habis setimbunan kapas yang membuat yogi bebas dari dosa, selanjutnya menghancurkan semua ikatan perbuatan baiknya.
-Yogi yang hebat setelah memperoleh 8 jenis tenaga fisik
-Kemudian secara berangsur-angsur ia akan membuat dirinya sendiri dapat melaksanakan selama 3 ghati (sekali dalam 1 jam, ia akan dapat menahan pernafasan selama jangka waktu tersebut). Melalui ini, yogi tak disangsikan lagi mendapatkan semua tenaga yang didambakannya.

Yogi mendapat kekuatan (tenaga) berikut ini;
-vakya siddhi (kemampuan meramal),
-pemindahan dirinya sendiri kemana-mana menurut (kamacari),
-tembus mata (duradrsti), tembus telinga (durasruti), penglihatan halus (suksma-drsti) dan
-kemampuan memasuki badan orang lain (parakaya-pravesana),
-mengubah dasar metal menjadi emas
-tenaga menjadi kuat
-dpt bergerak ringan diudara.

Persiapan latihan:
-Suatu tempat menyendiri yang menyenangkan dan indah atau sebuah kamar kecil, melakukan sikap padmasana dan duduk pada tempat duduk yang terbuat dati rumput kusa/bahan yg empuk, memulai untuk melaksankan pengaturan nafas.
-harus menjaga badannya agar selalu tegap, jangan dibengkokkan, tangannya tercakup seolah-oleh seperti memohon dan menghormat guru pada sebelah kiri,
-Cobalah tarik nafas melalui lubang hidung kanan dan menghentikan pernafasan selama kemampuannya memungkinkan; kemudian hembuskan udara melalui lubang hidung kiri tanpa paksaan, tetapi pelan-pelan dan wajar.
-cobalah melaksanakan 20 kali kumbhaka (menghentikan pernafasan). Ia harus melakukan hal ini setiap hari.
-Khumbhaka ini hendaknya dilakukan 4 kali: – sekali pagi-pagi ketika matahari muncul, kedua pada waktu tengah hari, ketiga matahari terbenam dan keempat pada waktu tengah malam.

Bila hal ini telah dilaksanakan setiap hari, selama tiga bulan dengan teratur, maka nadi-nadi (pembuluh) dari badan akan siap dan pasti dibersihkan.
Bila nadi-nadi dari para yogi penerima kebenaran dibersihkan, maka kekurangan atau cacat-cacatnya semua dihancurkan, ia memasuki tahapan pertama dalam melaksanakan yoga yang disebut arambha.
Tanda-tanda yang pasti, terasa dalam badan yogi yang nadi-nadi-nya telah dibersihkan. akan dpt diketahui, segala macam tanda itu dengan ringkas.
Badan orang yang melaksanakan pernafasan secara teratur akan menjadi berkembang secara selaras, memancarkan bau harum dan kelihatannya indah serta menarik.

Moksa

Menurut kitab-kitab Upanisad, moksa adalah keadaan atma yang bebas dari segala bentuk ikatan dan bebas dari samsara. Yang dimaksud dengan atma adalah roh, jiwa. Sedangkan hal-hal yang termasuk ikatan adalah :

1) pengaruh panca indria,
2) pikiran yang sempit,
3) ke-akuan,
4) ketidak sadaran pada hakekat Brahman-Atman,
5) cinta kasih selain kepada Hyang Widhi,
6) rasa benci,
7) keinginan,
8) kegembiraan,
9) kesedihan,
10) kekhawatiran/ketakutan, dan
11) khayalan.

Moksa dapat dicapai oleh seseorang baik selama ia masih hidup (disebut : Jivam Mukta), maupun setelah meninggal dunia (disebut : Videha Mukta). Jika selama masih hidup seseorang itu mencapai moksa maka ia telah mencapai tingkat moral yang tertinggi, kehidupannya sempurna (krtakrtya), penuh dengan kesenangan (atmarati) karena terbebas dari 11 jenis ikatan yang disebutkan diatas, memandang dirinya ada pada semua mahluk (eka-atma-darsana), memandang dirinya ada pada alam semesta (sarva-atma-bhava-darsana). Kesenangan juga tercapai karena pengetahuan dan kesadaran bahwa brahman-lah atman yang ada didirinya (brahmanbhavana). Jika moksa dicapai setelah meninggal dunia maka terjadilah proses menyatunya atman dengan brahman sehingga atman tidak lahir kembali sebagai mahluk apapun atau bebas dari samsara, disebut juga sebagai kedamaian abadi (sasvatisanti).

Moksa adalah tujuan hidup manusia yang tertinggi yang dapat dicapai oleh setiap manusia bila ia :

1) Mampu membebaskan atman dari ikatan.
2) Mempunyai pengetahuan utama (paravidya) tentang brahman.
3) Melaksanakan disiplin kehidupan yang suci.
Oleh karena itu moksa juga dikatakan sebagai pahala yang tertinggi dari Hyang Widhi atas karma manusia utama, suatu anugerah yang maha mulia.

Ada kutipan Svetasvatara Upanisad I.6 yang sangat indah :
Sarvajive sarvasamsthe brhante asmis, hamso bhramyate brahmacakre, prthag atmanam pretitaram ca justas, tatas tenamrtatwam eti.
Artinya : Dalam roda Brahman yang maha besar dan maha luas, didalamnya segala sesuatu hidup dan beristirahat, sang Angsa mengepak-epakkan sayapnya dalam melakukan perjalanan sucinya. Sejauh dia berpikir bahwa dirinya berbeda dengan Sang Maha Penggerak maka ia dalam keadaan tidak abadi. Apabila dia diberkahi oleh Hyang Widhi maka ia mencapai kebahagiaan sejati dan abadi.

Makna dari sloka upanisad di atas adalah :
Sekalipun anda telah melaksanakan disiplin kehidupan suci dan membebaskan atman dari ikatan-ikatan, namun bila anda tidak menyadarkan atman bahwa Brahmanlah atman, maka anda belum mencapai moksa
KESIMPULAN : Moksa adalah kebahagiaan sejati. Kebahagiaan sejati adalah sorga yang sebenarnya. Moksa dapat dicapai dengan upaya yang tekun melaksanakan.

Metalica

Satu pemikiran pada “PRANAYAMA.DAN MOKSA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s