HIPNOTISME

HIPNOTISME
kata hipnotis diambil dari bahasa yunani;hipnos yang artinya tidur suyet adalah orang yang di hinotis.keadaan hipnosa seperti tidur lelap nampak lemas tak ada kemauan,tidur dalam hal ini bukanlah seperti tidur biasa melainkan tidur yang telah dialihkan.tidur hipnosa terjadi karena kesadaran yang menipis makin lama semakin kecil dan akhirnya kesadaran itupun lenyap beralih ke alam bawah sadar,semua ini akan cepat terwujud bila di bantu dengan sugesti dan kekuatan batin atau kekuatan pikiran.sugesti inilah yang akan menguasai akal pikiran dan bawah sadar suyet dimana orang itu tidak lagi mampu menggunakan akal sehatnya dan tak bisa menentang kemauan sang juru hipnotis.biasanya orang yang mudah di hipnotis adalah orang-orang yang lemah mentalnya dan orang yang mudah lelah.
hipnotis merupakan salah satu peranti pemberdayaan yang paling manjur yang di kenal orang untuk memasuki alam bawah sadar dan menyingkap berbagai kemungkinan pertumbuhan baru seperti menguasai bahasa baru dan pengetahuan baru , gejala ini di sebut hipno-produksi .sedangkan hipnotis diri mampu mengaktifkan kemampuan supernatural termasuk clairvoyance dan psikokinesis.

“Ilmu hipnotis merupakan salah satu ilmu yang diajarkan di bidang psikologi, yakni psikologi transpersonal,” kata Kahija usai bedah buku karyanya berjudul ‘Hipnoterapi: Prinsip-Prinsip Dasar Praktik Psikoterapi’ di Universitas Diponegoro Semarang, Rabu (14/10).

Menurut dia, ilmu hipnotis biasanya sering diidentikkan dengan tindak kejahatan, seiring banyaknya aksi kriminalitas dilakukan pelaku yang menguasai ilmu hipnotis untuk memperdaya korbannya.

Padahal, kata dia, ilmu hinotis merupakan ilmu yang memiliki manfaat sangat besar, terutama dalam bidang kesehatan, baik kesehatan fisik maupun jiwa lewat proses terapi yang mengandalkan ilmu hipnotis (hipnoterapi).

Ia mengatakan, ilmu hipnotis dapat mengobati beberapa penyakit dan gangguan kesehatan, di antaranya migren (sakit kepala), “phobia” (ketakutan terhadap hal tertentu), stres, meningkatkan ingatan, dan konsentrasi.

“Ilmu hipnotis merupakan ilmu yang sudah sangat tua, namun baru mampu dijelaskan secara ilmiah pada tahun 1700 di Jerman, karena sebelumnya ilmu hipnotis dianggap ilmu magis,” kata staf pengajar Fakultas Psikologi Undip tersebut.

Kahija menjelaskan, ilmu hipnotis dulu banyak dikuasai oleh para dokter di Jerman untuk keperluan pengobatan penyakit pasien, namun kemudian para psikolog banyak yang berperan mempelajari ilmu tersebut.

Karena itu, kata dia, ilmu hipnotis dapat dibagi dua, yakni ilmu hipnotis yang digunakan untuk terapi (kesehatan) dan ilmu hipnotis untuk tujuan hiburan yang sering ditunjukkan Romy Rafael dan Uya Kuya di televisi.

“Namun, dasar ilmu hipnotis sebenarnya sama, yaitu memberikan sugesti kepada orang lain sehingga tertidur, dan mau menuruti apa kemauan si penghipnotis,” kata pria asli Sulawesi Selatan tersebut.

Menurut Kahija, tidur orang yang terhipnotis berbeda dengan orang yang tidur secara alami, sebab orang yang terhipnotis tertidur karena sugesti yang diberikan, bukan bersifat alami.

Akan tetapi, kata dia, untuk melakukan hipnotis kepada orang lain juga tidak dapat dilakukan secara sembarangan, misalnya dilihat dulu riwayat penyakit tertentu yang dimiliki orang tersebut.

“Sebab, hipnotis yang dilakukan kepada orang yang menderita penyakit jantung dapat berakibat fatal (kematian), dan hal itu sering diabaikan para hipnotis di dunia hiburan,” tegasnya.

Berkaitan dengan pengajaran ilmu hipnotis di fakultas psikologi di perguruan tinggi di Indonesia, ia mengatakan, sampai saat ini pengajaran ilmu hipnotis masih sedikit, salah satunya yang sudah ada adalah di Fakultas Psikologi Undip Semarang.

“Hal itu disebabkan banyak kalangan psikolog yang masih menganggap ilmu hipnotis merupakan ilmu yang dipengaruhi magis dan tidak bersifat ilmiah,” kata Kahija.

Sebenarnya hipnotis ini muncul sekitar 3000 tahun lalu. Umumnya pada waktu itu banyak para rohaniawan di berbagai Negara melakukan pengobatan dengan melakukan teknik hipnotis atau membuat pasiennya tertidur ( rileks ). Pada saat pasiennya tertidur dan dalam kondisi rileks tersebut maka diucapkan kata – kata untuk menanamkan saran ( Sugesti ) di alam bawah sadar mereka mengenai kesembuhannya.

Kemudian berkembang melalui Marquis de Puysegur (1781 – 1825) yang pertama kali memperkenalkan hypnotic state seperti yang kita ketahui sekarang ini. Kemudian sekitar pada tahun 1842 seorang dokter ahli syaraf keturunan Skotlandia yanb bernama James Braid ( 1795 – 1860 ) mengenalkan istilah hypnosis yang berasal dari salah satu nama Dewa Yunani.

Kemudian setelah itu muncul dua orang professor Dr. Ambroise Auguste Liebeault (1823 – 1904) dan Bernheim yang telah mengembangkan seni hipnotis. Sampai pada akhirnya Liebeault sering disebut “Bapak Hypnosis”.

Pada pertengahan tahun 1940, ada seorang psikiatrist yang sangat jenius bernama Milton Erickson (1901-1980). Dia menyatakan bahwa dalam suatu proses hypnosis, yang hebat adalah subyek hypnosis atau kliennya. Karena klien dapat memahami dan mengikuti apa yang dikatakan oleh sang terapis. Dia juga menyatakan bahwa hypnosis adalah proses yang wajar dan tidak akan berproses bilamana bertentangan dengan nilai-nilai dasar dan keinginan klien. Semua pengendalian proses hypnosis berada di klien.
Kemudian muncul lagi nama Dave Elman (1900 – 1967) yang mengembangkan teknik induksi cepat yang sangat berguna untuk dokter dan dokter gigi. Hipnotis juga menjadi dasar dari ilmu NLP (Neuro Language Program) yang dikembangkan John Grinder dan Richard Blander. Mereka juga belajar teknik hipnotis dari Milton Erickson. Saat ini NLP sangat populer digunakan untuk pengembangan diri, motivasi dan pemberdayaan diri. Selain itu hypnosis juga telah berkembang pesat dan setiap orang mempunyai gaya tersendiri dalam mengaplikasikannya.

Term and Definition
Banyak orang yang belum memahami istilah hipnotis dengan benar. Beberapa term di bawah ini perlu Anda pahami definisinya.

* Hipnotis / hipnotism = Boleh diartikan sebagai ilmu untuk menghipnotis. Definisi secara lengkap seperti yang sudah dijelaskan diatas.

* Hipnotist = Orang yang melakukan hipnosis atau “juru hipnotis”.

* Hipnotis adalah terjemahan dari hypnotize (verb) yang artinya “melakukan hipnotis”

* Hypnotherapy = Aplikasi hipnotis untuk terapi pengobatan.

* Hypnotherapist = Orang yang ahli menggunakan hipnotis untuk terapi.

* Subyek / Klien / Suyet = Orang yang dihipnotis

* Sugesti = Perintah atau saran yang diberikan hipnotist kepada subjek.

* Emosi = Perasaan. Perlu dipahami, kata “emosi” dalam bahasa percakapan orang indonesia diartikan sebagai “kondisi marah”. Namun arti sebenarnya emosi adalah perasaan. Emosi digunakan untuk menyebut semua jenis perasaan. Senang, bahagia, sakit, sedih, kecewa, takut dan marah adalah jenis-jenis emosi.

Michael Jackson

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s